10 Besar Band Ripstore Live Festival

 

Setelah melalui proses audisi live dan kurasi lagu yang disubmit para peserta Ripstore Live Festival, Jumat malam ini (12/5) telah diumumkan daftar band terbaik yang masuk sebagai 10 besar di Ripstore Live Festival. Diumumkan pada acara Gathering Night, Jumat 12 Mei 2017 bertempat di Whatsup Cafe Jatiwaringin, Pondok Gede, ke 10 band tersebut adalah:

 

90 Horse Power, indie pop asal Depok

 

D.P.O.X. punk rock asal Bekasi

 

Fearcrisis, metalcore asal Jakarta

 

Freedom Street, easycore asal Bekasi

 

Loded 60, alternative rock asal Bogor

 

Mr. Sungkono, punk rock asal Jakarta

 

Pasukan Penjaga Pohon, alternative rock asal Jakarta

 

Stupor, alternative rock asal Jakarta

 

The Flowchart, pop punk asal Bekasi

 

Weekendtime, punk rock asal Bekasi

 

*diurut berdasarkan abjad

 

Ripstore Live Festival adalah rangkaian project yg digagas Ripstore.Asia bekerjasama dengan Castel Distric berisi kegiatan audisi band, workshop musik, live performance dan digital release. Dihelat sepanjang April hingga Juli mendatang, festival ini memadukan format kompetisi online dan kurasi stage act offline.

Acara ini dikhususkan untuk musisi Jabodetabek dan Jawa Barat, serta dipusatkan aktivitasnya di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur. Tidak ada batasan genre, semua musisi pemula dengan karya orisinil bisa ikut serta, baik dalam format solo, duet atau grup, accoustic pun electronic, you name it. Yang jelas, kesempatan ini dibatasi hanya untuk 30 band pendaftar saja. Dan dari total 30 kuota band tersebut, festival ini diikuti oleh 28 band peserta yang berasal dari 9 kota, yakni, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Karawang, Bandung, Cirebon.

Tujuan festival ini untuk mencari 10 band independen, pemula, muda dan berbakat dari hasil kurasi yg nantinya disiapkan sebagai perwakilan musisi generasi baru era millenial di platform digital Ripstore.Asia.

Beberapa skor penilaian yang digunakan antara lain, kualitas materi lagu dan hasil recording, eksistensinya di scene indie lokal, fashion dan attitude, interaksi social media serta tentu saja etos kerjasama antar personil yg dianut ketika beraksi di atas panggung. Dengan parameter2 tersebut, diharapkan musisi muda jebolan festival ini adalah mereka yang layak diapresiasi publik, No KKN dan bukan artis karbitan.

Mengisi masa Ramadhan nanti, akan ada sharing session juga sbg pelatihan teknis semisal memahami audio recording, manajemen band, membuat profil band release ke media, hak cipta intelektual dan lain-lain yg bakal menjadi bekal mereka ketika berhadapan dgn industri nanti di perjalanan karir bermusiknya.

Puncak dari acara ini nantinya akan berpusat pada perilisan album kompilasi di perayaan Netlabel Day pada Juli mendatang.