Barefood – Milkbox [Review]

Dahulu kala, mungkin Bekasi hanya terkenal dengan gersangnya kota serta patung ikan lele kembar yang sekarang pun sudah ditiadakan. Konon kabarnya lele digambarkan sebagai pribadi yang rakus, stop, sudah cukup. Kira-kira demikian sekilas info tentang ikan lele nya. Sekarang, lambat laun Bekasi sudah mulai bertransformasi menjadi kota yang mulai diperhitungkan diberbagai sektor, salah satunya adalah di sektor kesenian (yang dalam hal ini adalah musik) muncul nama Barefood. Barefood hadir sebagai salah satu pelipur lara bagi warga Bekasi, kami sangat ingat bahwa Barefood memperkenalkan dirinya dengan 4 lagu demo yang sangat kuat materinya. Salah satu record label hebat asal Jakarta, Anoa Records, jeli akan hal ini. Singkat cerita, jadilah kembali satu karya yang apik hasil kerja sama mereka yaitu Sullen EP.

3 tahun berselang, Barefood kembali hadir dengan satu album penuh, masih bersama dengan Anoa Records. Album Milkbox berisikan 9 lagu yang tak kalah hebatnya dibanding Sullen EP. Banyak orang yang beranggapan Barefood hanya cukup sampai titik EP dan habis, mungkin mereka beranggapan demikian karena berkaca kepada banyak band yang seperti ini. Tapi mereka (Barefood) menamparnya dengan karya Milkbox ini dan membuktikan bahwa mereka bukan band yang sembarangan dan layak menjadi salah satu ikon Indie Rock di Indonesia.

 

Pada album ini, tembang-tembang yang mencirikan “Barefood” pun tetap ada pada nomor-nomor seperti Milkbox, Candy, Grown Up, dan Scars. Selain itu mereka mencoba sebuah hal yang baru dengan menambahkan unsur shoegaze-y di tembang Sugar. Sebuah track andalan kami yang sempat muncul ketika adegan Barefood naik panggung, dan kami sering menyebutnya “Intro” akhirnya mempunyai judul yang bisa kami sebut, yaitu Soda. Entah mengapa nomor Soda diletakkan pada tengah album yang padahal menurut kami akan lebih indah jika susunan track nya jika diletakkan di awal. Hitam pun hadir di album ini, sebuah tembang berbahasa Indonesia yang sempat wara-wiri di tiap panggung sebelum Milkbox ini rilis. Namun hal yang menarik dan layak disimak pada album ini adalah, mereka mengisi album Milkbox dengan tembang-tembang manis seperti Amelie dan Biru. Ya memang sangat sulit untuk menentukan nomor terbaik pada album Milkbox, namun jika kami boleh memilih satu tembang yang sangat menjadi aksen dan pembeda, adalah Biru. Sebuah tembang yang melankolis namun dikemas dengan manis dan ditutup dengan megah lewat permainan terompet. Penutup album yang super duper manis, mengingatkan kami akan album hebat Hitam Semesta-nya Komunal yang ditutup dengan tembang “Higher Than Mountain II“.

Akhir kata dari kami, Barefood telah menunjukkan semuanya, mungkin bukan semuanya tapi bisa jadi ini hanya sebagian dari perjalanan hebat mereka. Seperti hal nya yang tersirat pada lagu “Hard” di Demo Barefood dalam awal karirnya. Hidup Bekasi dan kami bangga akan band satu ini!