[Exclusive Interview] RL + Klav

Beberapa waktu lalu, kami dapat kesempatan untuk mewawancarai musisi-musisi handal yang tergabung dalam RL + Klav. Mereka akan mengadakan konser perdana bernama Mère, akan digelar pada 22 Desember 2017 di IFI Sarinah, open gate jam 6, show start jam 7.30. Only 150 seats. Ticket dijual seharga 100k include: CD & Sticker (DEKAT), Lighter & Sticker (PURPLEDUCKTAPE), Keychain & Sticker (RL + KLAV). Simak interview ekslusif kami bersama mereka.

(Source : @_klav_)

Apa sih arti dari nama RL & KLAV sendiri? Kalo RL sih kami udah tau, tapi bisa dong dijelaskan ke pembaca Holytunes? biar makin akrab kenalnya (laughing)

KLAV : itu sebenarnya adalah nama panggilan ‘lucu-lucuan’ yang dibuat oleh 2 sahabat gue, kalau artinya sendiri itu internal jokes sih hehe. Kenapa dijadiin stage name? simply karna kebiasaan dipanggil Klav, jadi terngiang mulu dan menurut gue dari penulisan dan lisan nama Klav cukup catchy. Kalau in english (slang word), bisa juga dikaitkan dengan ‘Clav’ yang artinya sendiri adalah ‘chill‘, dan kata itu cukup menggambarkan nuansa musik gue. Terus kebetulan pada saat itu gue emang lagi nyari stage name baru, jadilah nama Klav yang dipakai sampai sekarang.

RL : RL itu sebenernya gue ambil dari inisial nama gue sendiri, but I just don’t feel like putting my full name on it. Jadilah tuh gue cari – cari nama buat jadi kepanjangan RL, dan akhirnya berkeputusan untuk pake Rhythmical Language. Rhythmical Language sendiri kalo diartiin kan bahasa yang memiliki ritme. jadi itu gue jadiin nama ig gue yang gue jadiin platform khusus gue berkarya aja, dan sebenernya rencananya gak cuma untuk nyanyi aja. Menurut gue, seni tuh kayak suatu bahasa untuk mengkomunikasikan atau mengekspresikan suatu perasaan, dan yang indahnya itu seni biasanya punya suatu pola atau ritme, pokoknya ada suatu gaya khas dari masing – masingnya, entah itu warna yang berulang pada lukisan, dan yg lebih jelas lagi pada musik.

Sepengetahuan kami nih, KLAV sebelumnya kan hadir sendiri, dan kami cukup kagum juga sama produktivitasnya. Lalu sekarang hadir lagi bersama RL? Apa nih yang kira-kira kalian sedang rencanakan? hmm..

Nah jadi sebenernya dari pertama kali KLAV manggung (local fest 2016) itu kita udah muncul as RL + KLAV. Sejak saat itu sampai sekarang, kita kalau manggung usually selalu bareng karna udah branding RL + KLAV itu sendiri. Pas focal point, kebetulan RL nya lagi gak bisa, jadi diganti dengan additional player.

Banyak juga orang nanya, sebenernya kalian ini 1 band apa gimana sih? Well, kita jelasin dulu kali ya awal terbentuknya RL + KLAV, dan akan cukup panjang kayaknya. hehe

Jadi, bisa dibilang RL + KLAV ini adalah accidental project. Karna dari awal emang kita gak ada niatan untuk bikin band bareng, jadi masing – masing aja, gue (Keshia) sebagai KLAV dan Laras sebagai RL. Cuman, gue emang ada 1 lagu bareng RL which is yang menjadi single pertama gue juga, judulnya ‘You Make Me Feel Like’. Lalu, kira – kira bulan Agustus / September 2016, gue ditawarin untuk bikin live session di YouTube channel namanya ‘Sunyata’, akhirnya gue ajak RL juga untuk gabung karna gue sekalian mau promoin single gue itu. Kita juga sempet main akustikan di acara sunyata, tapi belum pake nama RL + KLAV.

Sampai akhirnya ada orang local fest yang ngontak Laras, ngajakin kita main di Local fest, ternyata dia liat performance kita diacara sunyata waktu itu. Pas kita diajak main di localfest, kita seneng banget, karna gue pribadi sering datang ke acara itu dan localfest adalah one of a local event yang cukup bergengsi, khususnya di indie music scene. Nah tapi, panitianya bilang kalau main dilocalfest atleast udah harus ada 3-4 lagu original, sementara disitu kita baru punya 1. Disitu sempat dilema, mau ngambil apa enggak. Tapi akhirnya setelah gue fikir – fikir, kalau gak diambil sayang banget, karna pada saat itu kita belum pernah manggung as RL dan KLAV, jadi kalau dikasih kesempatan local fest jadi pangggung pertama kita, itu bener bener kesempatan yang bagus. Akhirnya kita dealuntuk ambil tawaran itu, dan akhirnya kita bikin 3 lagu tambahan in 2 weeks. Yaitu intro (hanya dibawakan di local fest), Lover, dan genuine hand. Lover dan genuine hand adalah 2 lagu original kita yang akan masuk ke split EP.

Nah sejak saat itu, kita udah ke-branding as RL + KLAV, makanya kalau manggung selalu bareng. Kenapa gak bikin nama untuk 1 band bareng aja? karna pas kita ditawarin main dilocal fest, kita masing – masing udah ada solo project, jadi emang gak berniat untuk bikin band bareng, dan kalau sekarang kita disuruh bikin nama pengganti untuk RL + KLAV pun kita gamau, karna kita udah nyaman dengan nama RL + KLAV ini dan udah ke-branding ke publik sebagai RL + KLAV juga, ditambah lagi, kita juga masih ragu untuk bisa berkomitmen as a one band, karna Laras sendiri sebenarnya fokusnya bukan dimusik, jadilah kita bikin collaboration project aja.

Jadi, kalau ada yang nanya apakah RL + KLAV ini adalah 1 band atau gimana, mungkin jawaban yang paling tepat dari kita adalah, ‘Keshia itu KLAV, Laras itu RL, kita berdua punya projekan bareng namanya RL + KLAV, terserah kalian mau nganggep ini sebagai 1 band atau 2 band’.hehe.

Sebelumnya RL + KLAV pernah menghiasi salah satu playlist bulanan Holytunes dengan single “You Make Me Feel Like”. Saat ini, apakah sudah ada materi untuk album RL + KLAV? Dan kalau sudah ada, mau bocorin gak kapan kira-kira kita semua dapat mendengarkan karya-karya luar biasanya lagi?

Jadi lagu you make me feel like itu salah satu lagu di our upcoming EP. EP ini merupakan split EP, atau mini album kolaborasi antara RL dengan Klav. Akhirnya kita baru nyelesein proses rekaman yang sering bit ketunda – tunda, dan doain aja 5 lagu itu bisa kita rilis awal tahun depan paling lambast.

 

Konsep EPnya sendiri temanya romance, dimana ya isinya perasaan – perasaan yang biasa dirasain dalam hal romansa. Lagu – lagu disini emang ringan dan mudah untuk di dengar, topik yang dibawain juga hal – hal yang umum jadi mungkin akan tidak terlalu sulit untuk dinikmati.

Tujuan dari EP ini sendiri sebenarnya lebih ke perkenalan aja sih, karna pada awalnya kita emang gak ada rencana untuk bikin EP, jadi bisa dibilang kalo dari ‘pesan’ lagunya sendiri kurang personal ke kita. Tapi EP ini tetap adalah karya yang jujur, karya yang kita suka dan cukup menggambarkan musik dari RL dan KLAV itu sendiri. Tapi pastinya abis dari EP ini, baik antara gue (klav) atau Laras (RL) tentunya akan bikin karya yang lebih deep dan personal.

KLAV (Keshia) sendiri sangat multi instrumentalis, agak penasaran, apakah ada satu karyanya yang KLAV sendiri sambil bernyanyi? Duh makanya harus dateng nih ya ke Mère. (Laughing)

Yup. Di Split EP ini bakal ada 1 lagu yang gue (Keshia) nyanyikan, dan bakal dibawakan perdana di Mère. Makanya dateng yah!

Siapa nih awalnya yang membuat kalian berniat untuk membuat projek bersama?

Nah, pertanyaan ini mungkin bisa dijawab boleh pertanyaan nomer 2. Bisa dibilang ini keputusan dari 2 belah pihak sih.

Dengan kalian bikin Mère ini pasti ada tujuan yang kalian ingin raih kan? buat kalian sendiri dan buat semua yang akan nonton nanti?

Tujuan dari adanya showcase ini untuk bikin kesempatan bagi audience untuk bisa menyaksikan performance kita sebaik – baiknya sih, karena ini acara bener – bener kita yang bikin konsepnya, tempatnya, dan sebagainya. Dengan begitu harapan kita mereka bisa dapet experience yang proper dari performance kita, juga dengan performance purpleducktape dan dekat. Semoga dengan kesempatan itu, audience bisa mengenal kita dengan sebaik-baiknya.

Menurut kalian apa yang sekiranya membuat Mère ini akan menarik untuk selain pendengar musik kalian?

Mère ini adalah konser kolaborasi dari 3 band yang memiliki benang merah di electronic music. Cuman, genre dan mood dari ke 3 band ini beda – beda banget. Menurut kita pribadi, RL + KLAV moodnya lebih ke sweet and chill, Purpleducktape lebih ke emotional dan experimental, Dekat lebih ke energic, madness, tapi juga calm. Jadi menurut gue ini konser kolaborasi yang cukup unik. Ditambah lagi, ke 3 band ini juga bakal ada special thing masing – masing, yang beda dari performance – performance sebelumnya.

Kalau RL + KLAV sendiri, untuk pertama kalinya kita bakal pakai visual, dan visual-nya itu adalah potongan – potongan scene dari film romance, dan mostlyadalah film dari prancis. Kenapa romance? karna tema lagu kita kebanyakan tentang cinta. Kenapa film prancis? karna prancis adalah main theme yang kita angkat di showcase ini. Jadi, ibaratnya kita bakal mainin musik sebagai ost. dari visual romance film yang ada dilayar nanti.

Dari set pun, bakal ada perbedaan juga. Biasanya, gue hanya memainkan drum electric aja, tapi di showcase ini, gue bakal memainkan drum akustik juga dibeberapa lagu. Kita juga berkolaborasi dengan gitaris, namanya ‘Ratrikala’, yang dimana KLAV, RL, dan Ratrikala juga ada 1 lagu original yang include di split EP kita juga.

Dari songlist pun, kita juga bakal bawain beberapa lagu baru. Pokoknya, secara perdana, kita bakal mainin semua lagu original yang kita punya. So it must be special. hehe.

Mau ceritakan sedikit soal proses kalian sampai saat ini untuk Mère?

Untuk persiapan kalo dari RL KLAV, kita baru aja selesai ngerjain visual. Sekarang lagi proses untuk benahin materi live set dan juga latihan. Kita sebenarnya selalu feel insecure dan ngerasa gak siap, tapi yang jelas kita bakal ngelakuin yang terbaik dan semoga aja audience-nya puas yah!

Selain kalian bertiga ada di dalam satu stage, apa yang membuat mere ini menarik?

Poin ini udah bisa dijawab dengan poin sebelumnya juga yah. hehe.

Menurut kalian, bagaimana pendapat kalian tentang Holytunes?

Gue (Keshia) pribadi tau Holytunes dari Focal point, dan kayaknya Holytunes tau KLAV juga dari focal point ya? hehe. Gue dan Laras suka banget sih dengan media – media modelan begini. Dengan adanya holytunes (and also the other local indie media), para pelaku seni yang bergerak secara indie jadi terbantu untuk bisa meng-expose karyanya, dan para pendengar atau pengamat indie musik pun juga terbantu untuk bisa meng-explore lebih jauh di skena musik indie. Banyak acara atau musik underground yang keren dan unik yang bisa kita tahu lewat media ini. Jadi, terima kasih Holytunes atas support-nya pada musisi indie local. 😀

Last but not least, ada yang ingin disampaikan untuk para pembaca Holytunes? atau boleh juga kalau ada yang mau disampaikan untuk Holytunes (Laughing)

Halo buat para pembaca holytunes, kalau kalian udah baca poin ini, harusnya kalian udah baca omongan kita yang atas – atas ya hehe. Semoga kalian faham dan puas dengan jawaban kita ya, dan terima kasih atas waktunya udah baca sampai poin terakhir. Bagi kalian yang udah atau pun belum tau tentang RL + KLAV, semoga abis ini kalian jadi tertarik untuk mengetahui tentang kita lebih jauh. Caranya bisa dengan denger lagu original kita di digital music platform, dateng ke gigs – gigs kita, dan tentunya dateng ke showcase pertama kita, Mère. Karna menurut kita, mère akan menjadi gigs kita yang paling proper, mulai dari audio, visual, dan juga set – nya itu sendiri.

Nah! kira-kira seperti itu perbincangan kami dengan mereka.

Untuk pembelian tiket dapat dibeli di shout.id/Dekat, jadi sudahkah kalian beli tiketnya? LIMITED SEATS GUYS!