Hulica Merilis Demo EP

hulica-artwork

Bandung – Ide untuk membentuk hulica berawal dari seorang Dimaz Ramadhan Putra, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai The Verlived Orchestra, sebuah one-man band yang memainkan musik 90’s screamo/skramz. Karena merasa bosan dengan proyek musik terdahulunya, pada pertengahan tahun 2016, Dimaz mengajak Djodi Fauzan Rachman (juga personil dari The Maiam) dan Erwin Zakaria untuk membentuk proyek musik baru. Dan akhirnya terbentuklah hulica dengan formasi Dimaz (Gitar/Vokal), Djodi (Bass/Vokal), dan Erwin (Gitar).

Hulica

Dan pada 20 September 2016, trio asal Bandung ini mengunggah Demo EP melalui laman bandcamp dan soundcloud mereka. Demo EP ini berisikan dua buah lagu, yaitu Pokemon Hype Club dan Axonica’s House. Pada track Pokemon Hype Club, hulica menceritakan tentang perspektif seseorang yang ditinggal oleh orang yang dikasihinya untuk selamanya dan berusaha mencari jawaban atas penyesalan itu; sedangkan Axonica’s House bercerita tentang ketakutan seseorang terhadap sifat manusia yang menyebabkan ia memilih menutup rapat argumennya, karena semua telihat begitu kejam untuknya.

Kedua track tersebut dibalut dengan musik yang ter-influence oleh band-band seperti the cabs, Uchu Conbini, Snowing, dan Merchant Ships. Ketukan drum dinamis ala math-rock, sound gitar yang twinkly, serta lirik-lirik yang sarat dengan emosi menjadi ciri khas dari musik hulica.