Kedubes Bekasi – Zona Nyaman Kedubes

Bekasi – Kedubes Bekasi sebagai komunitas kreatif yang telah meramaikan kancah seni dan budaya di Bekasi selama hampir 2 tahun terakhir bekerja sama dengan GoAheadPeople dalam mengadakan perhelatan terbarunya bertajuk Zona Nyaman Kedubes. Dengan tema besar art, photography, fashion dan music, acara yang digelar selama sehari penuh di hari Minggu, tanggal 23 April 2017 ini akan menampilkan pameran ilustrasi, fotografi, instalasi, pasar seni dan musik, mural, diskusi seniman, pesta rilis album, dan penampilan musik.

Pameran ilustrasi dan fotografi akan menampilkan karya dari para pekerja seni lokal Bekasi, seperti Sanditio Bayu, Ranindra MK, Fatmasuri, Dhana Bisma, Hermanto, dan beberapa kawan lainnya. Satu karya instalasi juga akan dipamerkan hasil kolaborasi antara House Of Jengki dan Khalid Albakaziy. Tak lupa dilengkapi dengan diskusi seniman yang akan diisi oleh Shane Tiara yang populer dengan moniker Shane Tortilla, seorang muralis dan ilustrator karakter asal Jakarta, juga Qurnila Harmas, seorang fashion designer yang karya fashionnya telah dikenakan oleh nama-nama besar seperti Jevin Julian, Rinni, Hesty Purwadinata, dan Prilly Latuconsina. Sebagai pelengkap ambiensi, ruang kolab Kedubes akan disulap menjadi showcase peranti studio fotografi oleh F. Bush Thommy dari Kersen Craft, dan dilengkapi mural karya kolektif Kedubes Allstar yang akan menghiasi tembok-tembok di seantero venue. Kesemuanya akan merespon tema khas yang tak lain juga menjadi tajuk acara, yaitu “Zona Nyaman”.

Tidak melewatkan momentum selebrasi rilisan fisik dunia Record Store Day, Zona Nyaman Kedubes juga menjadi tuan rumah bagi pesta rilis album beberapa band yaitu Nick dengan albumnya Frekuensi, dan Makmur Sejahtera dengan debut albumnya Volume 1. Juga akan memanjakan telinga penikmat musik, penampilan band-band indie asal Bekasi dan samping Jakarta yaitu Primata, Beautiful Garbage, Sir Lommar John, Torpedoest, Horse Planet Police Department, Obsoletala, Isaac, dan Little Sound Orchestra.

“Acara ini kami harapkan dapat menjadi ruang hibrid yang santai dan nyaman bagi bermacam kalangan ranah seni, dan tentu saja juga bagi pengunjung dan penikmatnya. Dalam suasana yang santai itulah biasanya banyak inspirasi yang muncul, tidak selalu kemalasan.” ungkap Fithor Faris sebagai penanggung jawab panitia dan salah satu founder Kedubes Bekasi. “Asik banget nih. Biasanya acara-acara seni atau pameran kan konsepnya berat-berat, tapi kalo ini santai.” ujar Herman, salah satu peserta pameran fotografi.

Kedubes Bekasi dideklarasikan pada tanggal 1 November 2015 sebagai jawaban atas kegelisahan akan sepinya antusiasme kegiatan seni dan budaya di Bekasi. Beranggotakan para muda mudi kreatif yang bergerak di bidang seni lukis, komik, fotografi, mural, craft, videografi, dan beragam ranah seni lainnya, Kedubes Bekasi telah mengadakan bersama maupun menjadi tuan rumah dari bermacam kegiatan seni seperti Komik Konko, Galeri Seni Gedung Juang, Pasar Ngampart, Festival Bumi, Be Screening, Sketsa Pulang Kerja, juga menjadi panggung bagi musisi independen dari berbagai kota seperti Aurette and The Polska Seeking Carnival dari Yogyakarta, Christabel Annora dari Malang, Gabriel Mayo dari Jakarta, dan bermacam band independen dari Jabodetabek dan sekitarnya. Kedubes Bekasi juga melakukan ekspansi dalam bentuk oleh-oleh khas buku paspor Bekasi yang telah meramaikan jagad dunia maya dan diliput berbagai media cetak maupun elektronik.