Keuken 2016 : Sebuah Acara Festival Yang Dinantikan Publik

keuken2016

Bandung – Keuken merupakan acara rutin yang diadakan di Bandung. Acara yang sangat dinantikan oleh para penikmat kuliner di-seantero Bandung Raya. Bahkan banyak pengunjung yang berasal dari luar kota hanya untuk menikmati hangatnya festival ini. Keuken 2016 merupakan edisi ketujuh dari festival kuliner yang mengangkat isu ruang publik yang kian hari makin sulit didapat secara “layak” bagi masyarakat, dan kali ini tema dari acara ini adalah “Revisiting The River” dikarenakan ini adalah kali kedua Keuken diadakan disini.

Keuken Festival

Kemarin, hari Minggu lalu tanggal 21 Agustus 2016, Cikapundung Timur menjadi saksi untuk kedua kalinya acara ini diadakan disana. Sepanjang jalan Dr. Sukarno, Bandung, padat oleh pengunjung yang asik menikmati kuliner yang disajikan oleh para tenant yang mengisi acara tersebut sekaligus juga menikmati pemandangan yang menurut Kami adalah pemandangan yang sangat jarang ditemui di hari-hari yang biasa. Kami sendiri datang pada siang hari dimana matahari sedang asyiknya menerangi kita semua, ketika datang pun kami masih sedikit beradaptasi dengan tempatnya karena ini kali pertamanya kami datang ke Keuken, Cikapundung, dan sekitarnya.

keuken festival

Menurut informasi dari guide book yang kita dapat dari panitia Keuken ketika masuk area Cikapundung, total ada 37 nama food tenants (termasuk spotlight booths, highlight booths, dan food trucks) yang terpampang. Semuanya berupaya menawarkan beragam sajian spesial, lengkap dari finger food (burger, sushi, hotdog, kentang, hingga batagor), masakan khas (Asian food, Nasi Kucing, Sate Klatak), minuman segar (Smoothies,mocktails, jus, kopi), sampai dessert (Sweeties, Kue, Eskrim).

Keuken Guide

Proses memilih pun terasa rumit namun menyenangkan. Kami sempat mencoba berbagai macam makanan dari hotdog, eskrim, kentang aneka rasa, lekker dan yang lainnya. Selain itu, yang asiknya lagi adalah tidak hanya menikmati makanan, tapi Keuken mengarahkan kita untuk menuju Gedung Merdeka dah Museum Konferensi Asia Afrika. Museum yang berisikan sejarah tentang memorabilia Konferensi Asia-Afrika yang diadakan di Indonesia pada tahun 1955.

gedung merdeka

Memasuki petang, sembari menikmati matahari yang mulai membenamkan wujudnya, para performer telah mulai bersiap-siap untuk memasuki panggung. Mesopotemia merupakan performer awal yang tampil di acara Keuken 2016 ini, penampil yang menurut kami pas sekali sebagai pembuka dan membuat kami kepincut akan musiknya. Ada beberapa performer lainnya, seperti Lokahino, Tre, Maraha, dan Symphoni poliphonic.

Mesopotemia

Namun sayang ketika acara beranjak malam, cuaca pun semakin mendung. Hujan rintik mulai membasahi area festival dan itu merupakan bel untuk kami untuk kembali pulang ke Jakarta. Satu hal yang pasti adalah, acara ini benar-benar membekas di hati kami, sebuah acara yang menghilangkan kami akan rasa haus ruang publik yang layak lalu ditemani dengan festival rakyat yang luar biasa!