Menonton, Berdendang dan Makan Bersama di Film Musik Makan 2017

Flyer Film Musik Makan 2017

FILM MUSIK MAKAN, sebuah acara tahunan yang diadakan oleh KOLEKTIF kembali
menghadirkan sajian lezat dari mulai pemutaran film, pertunjukan musik dan menu
makanan. Di tahun keempatnya, FILM MUSIK MAKAN 2017 akan diadakan di Goethe
Institut pada hari Sabtu, 4 Maret 2017. Ada tiga film panjang yang akan ditayangkan dalam
acara ini. TURAH sebuah film panjang perdana oleh Wicaksono Wisnu Legowo yang
diproduseri oleh Ifa Isfansyah. Film TURAH sudah mengantongi beberapa
penghargaan Special Mention Asian Feature di Singapore International Film Festival 2016
dan juga GEBER & NETPAC Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016.
Wicaksono Wisnu Legowo sang sutradara menyatakan, film yang berlatar daerah Tegal ini
tidak menyajikan cerita yang menyayat hati atau karakter-karakter yang butuh simpati. “Saya
menghadirkan kehidupan sekelompok manusia yang berusaha untuk bertahan dengan cara
masing-masing, demi kehidupan indah yang mereka idamkan.” Ungkapnya.
Selain itu, ada juga film APPRENTICE karya sutradara asal Singapura, Boo Junfeng. Film
ini juga merupakan Official Selection Un Certain Regard – Cannes Film Festival 2016 dan
juga Official Entry Singapore for Best Foreign Language Film Academy Awards 2017.
Kembali ke tanah air, film yang tidak kalah ditunggu adalah film panjang perdana karya BW
Purbanegara, Ziarah. BW Purbanegara berjaya di beberapa festival film internasional lewat
film-film pendeknya seperti Bermula dari A dan Cheng-Cheng Po. Film Ziarah sudah
mendapat penghargaan di Salamindanaw Asian Film Festival 2016 sebagai Best Asian
Feature.

Dalam panggung musik, akan tampil Pandai Besi yang merupakan grup band kolektif dari
band Efek Rumah Kaca. Karier mereka dimulai sejak 2013 setelah sukses merekam album
Daur Baur di studio musik legendaris, Lokananta. Rekaman ini juga mengajak publik
berkontribusi lewat sistem crowd funding. Kesuksesan Pandai Besi bukan sekadar dirilisnya
album Daur Baur saja tetapi mereka dianugrahi Album Lokal Terbaik oleh Majalah TEMPO
di tahun 2013. Film dokumenter Siar, Daur Baur yang merupakan dokumentasi perjalanan
Pandai Besi selama rekaman di Lokananta juga dirilis tahun 2013 dan didistribusikan oleh
Kolektif ke berbagai rekanan pemutar film di Indonesia. Di bulan Maret 2017 mendatang,
Pandai Besi bersiap kembali merilis lagu terbarunya dan menyapa pecinta musik dengan
penampilannya di Film Musik Makan 2017.

Menu kuliner lezat yang kali ini dipersembahkan oleh Lapak Makan Sineas. Ada tiga sineas
Indonesia yang tidak hanya berkontribusi memberi tontonan alternatif tetapi juga meracik
bumbu dan makanan yang siap dinikmati. Lola Amaria, aktor dan juga sutradara ini piawai
meracik makanan di Nasi Pedes Cipete. Pemenang Best Director JIFFEST 2010 untuk film
Minggu Pagi di Victoria Park ini akan menyajikan racikan terbarunya, Mie Ayam
Kecombrang. Ada juga Batara Goempar, sinematografer yang terlibat dalam film Aach…Aku
Jatuh Cinta dan Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar akan menyajikan makanan khas Batak
Panggang Bro lengkap dengan sambal andalimannya. Terakhir, Loenpia Semarang dari
Sego Cempluk olahan resep keluarga Aline Jusria juga bisa disantap di Film Musik Makan
2017. Aline merupakan editor peraih Piala Citra 2010 untuk film Minggu Pagi di Victoria
Park.

Acara ini diadakan hari Sabtu, 4 Maret 2017 mulai jam 12.00 sampai 23.00 dan berdonasi
senilai 200.000, untuk seluruh rangkaian film dan musik di luar makanan. Reservasi dan
informasi bisa langsung melalui email: filmmusikmakan@gmail.com atau 085693346659
(SMS/WhatsApp)
Tentang KOLEKTIF:
Kolektif merupakan inisiatif distribusi film dari Yayasan Cipta Cita Indonesia, khususnya
pemutaran alternatif ke ruang-ruang publik sejak tahun 2013. Kolektif bergerak dan mencari
peluang kegiatan pemutaran serta lokakarya yang berkaitan dengan manajemen pemutaran
film skala komunitas, bersama komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Selain di Jakarta,
Kolektif juga sudah mengadakan kegiatan di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang,
Surabaya, Palu, Makassar, Bali, Kupang, Ambon, dan akan terus berkegiatan di ruangruang
alternatif lainnya. Kini KOLEKTIF mendistribusikan lebih dari 25 judul film ke lebih dari
50 rekanan komunitas di dalam maupun luar negeri, dan menjangkau hampir 9000
penonton di tahun 2016.