Mini Showcase WORO & The Night Owls – Innervision [Review]

Jakarta – Pada hari Minggu (19/03) di Paviliun 28 kemarin, ada sebuah acara dari band yang sebelumnya telah sempat mengeluarkan single yang berbahaya yaitu “Innervision”. Sudahkah Anda ingat? Ya, Woro & The Night Owls. Kami sebelumnya sempat memasukkan single ini ke dalam playlist bulanan kami di soundcloud. Mini Showcase WORO & The Night Owls – Innervision EP merupakan launching party dari mini album Innervision yang pada 20 Februari lalu yang secara resmi dirilis oleh Nanaba Records. Pada Mini showcase ini terbagi ada terbagi ke dalam 2 sesi, selain itu mereka tak hanya membawakan materi dari mini album perdana, solo music project yang ‘dimotori’ oleh Woro (vocals, guitar, keyboards, synthesizer) bersama backup band-nya, Ditya (bass) dan Haris (drums) tersebut juga membawakan beberapa lagu cover.

Di sesi pertama, WORO & The Night Owls tampil menyuguhkan lagu yang telah di aransemen ulang dari musisi maupun band yang menjadi inspirasi bermusiknya yaitu, Zero 7 & Sia ‘Destiny’, Garden City Movement ‘Move On’, Emily Zuzik ‘It Don’t Matter To Jesus’,  8mm ‘Nobody Does It Better’, Tropics ‘Home and Consonance’ dan Lapsley ‘Falling Short’.

Sebelum menyambung ke sesi kedua, MC Akbarry sempat berbincang santai dengan WORO dan juga musisi pendukungnya, Ditya dan Haris. Pada segmen inilah segala seluk beluk tentang WORO baik secara personal maupun seputar solo music project-nya dikupas habis. Mulai dari pribadi WORO yang dulunya pemalu dan tidak percaya diri dengan bakat musiknya, sampai akhirnya ia mantap memutuskan resign dari pekerjaan di media demi merintis karier musik yang merupakan passion terbesarnya.

WORO & The Night Owls pun memulai sesi kedua, dengan lagu original penggugah semangat bertempo sedang, seperti Silver Lining, Wanderlust dan City of Light. Lagu-lagu ini menceritakan tentang keberanian untuk keluar dari comfort zone demi meraih mimpi, tidak menyiakan kesempatan yang datang dalam hidup serta pentingnya memiliki mindset yang positif dalam menyikapi segala tantangan kehidupan. Kemudian, penonton dibuat kembali merasakan ‘transisi’ melalui gubahan lagu ‘mengawang’, Black and White dan You, Me and Her yang terasa dark juga gloomy. Kedua lagu ini mengisahkan tema yang sangat relatable, mengenai introspeksi diri dan segala intrik yang terjadi dalam kehidupan. Malam pun ditutup dengan ‘manis’ lewat persembahan dua lagu medley, The Starry Night (instrumental) dan Innervision yang sontak disambut koor penonton yang menyanyikan bait  demi bait single pertama dari Innervision EP tersebut.

Secara keseluruhan, WORO & The Night Owls pada malam itu berhasil membuat penonton terbius oleh vokal soulful menghanyutkan, sound gitar spacey yang kental dengan efek delay, reverb dan tremolo, berpadu dengan beat bas dan drum yang dinamis. Selain itu, aransemen keyboards, synthesizer, dan strings yang apik turut membangun mood ‘mengawang’ sekaligus megah di tiap lagunya. Membuat jiwa dan raga penonton seakan melambung tinggi ke angkasa. Apalagi suasana juga cukup menunjang dengan adanya hiasan lampu-lampu temaram yang mengelilingi panggung. Sebuah malam yang indah bagi para penonton dan tentunya WORO & The Night Owls sendiri. Selamat WORO & The Night Owls!!