Sajama Cut Rilis Video Klip Mari Bunuh Diri

Setelah merilis ulang debut album mereka, Apologia, dalam format CD pada Februari silam, kini Sajama Cut meluncurkan video klip dari album tersebut.

Bekerja sama dengan Andri Ruay, Sajama Cut merilis video klip untuk lagu Mari Bunuh Diri. Namun, Mari Bunuh Diri yang digarap video klipnya adalah lagu versi baru, yang jadi bonus lagu dari album Apologia reissue.

“Selama ini, banyak Sajama Kids yang kontak kita untuk me-request perilisan ulangApologia, dan ada beberapa yang sekalian minta supaya kita merekam ulang lagu-lagu favorit mereka di sana (atau setidaknya lagu-lagu yang menurut kabar yang mereka dengar, katanya seru). Yang pasti, ide untuk merekam ulang Mari Bunuh Diri muncul di sana. Prosesnya juga gak sulit, karena kita produksi sendiri di rumah dengan lumayan santai. Kita juga gak banyak berusaha untuk mengubah aransemen aslinya yang sangat sederhana dan straightfoward,” kata Marcel Thee, vokalis Sajama Cut.

Aransemen lagu tersebut memang sederhana dan playful, yang menurut Marcel memang berhubungan dengan konsistensi liriknya. “Tentang ini, gue punya kesadaran bahwa sejak dulu judul lagu ini banyak menangkap perhatian, dan gue bukan tipe yang begitu nyaman dengan ‘menjelaskan’ lirik,” paparnya.

Marcel menambahkan, “Tapi di hal ini, gue merasa perlu untuk menjelaskan bahwa gue sangat sadar, dan sebisa mungkin berusaha belajar banyak, tentang mental ilness dan keseriusan penyakit depresi. Kita, tentu aja, masih tinggal di lingkungan yang tidak banyak punya empati kepada orang-orang yang mengalami depresi atau gangguan mental; dimana hal-hal ini masih dianggap ‘bete’ yang berlebihan atau proses dramatisir emosi. Kita masih hdup di lingkungan dimana, ketika ada orang yang mengambil nyawa-nya sendiri, pertanyaan seringkali “Kenapa sih? bukannya dia kaya raya?” dan pernyataan-pernyataan dungu lainnya. Ini suatau kesadaran yang gue, dan banyak orang, punya sejak jaman baheula – dari gue remaja. Lagu ini bukan tentang glorifikasi bunuh diri, atau romantisasi mati muda.”

Lagu ini menurut Marcel juga bukan simbolik atau penggunaan metafor-metafor murahan.

“Lagu ini bagi gue (setidaknya bagi gue yang berumur 19 waktu menulis lagu ini dulu) adalah lagu semi-humoris harfiah yang justru menertawakan (dengan sedih) orang-orang yang masih memiliki pemikiran-pemikiran sederhana mengenai penyakit mental (seperti tadi gue jelaskan). Secara lirikal, lagu ini juga merujuk kepada orang-orang yang menganggap bahwa mental remaja/ orang muda, begitu sederhana, dimana mereka dapat terpengaruh sesuatu (yang katanya negatif) dengan begitu mudah – Ini dapat kita lihat ke mitos dimana banyak anak kesetanan setelah mendengar lagu metal, atau bahwa pembunuhan banyak terjadi karena anak main flash game dll. Mungkin yang sederhana bukan generasi muda, namun Anda,” tambahnya.

 

Namun sebenarnya, Mari Bunuh Diri tetap saja adalah lagu lama yang Sajama Cut rekam kembali.

Nothing more, nothing less. Kita masih senang memainkan solo gitar yang kuno itu, dan juga menyanyikan ‘Hai apa kabar semua? Aku kurang peduli’ – sebuah kalimat yang cukup representatif akan selera humor kami. Semua tentang lagunya, dan bukan tentang persepsi. Terima kasih kepada semua Sajama Kids yang asih fanatik mengikuti kami; lagu ini untuk kalian,” tutupnya.

Apologia dan The Osaka Journals versi kini sudah bisa didapatkan lewat mail order dengan harga RP 60.000 per kepingnya. Saksikan videonya di link berikut ini:https://www.youtube.com/watch?v=YZ7PhoykAQE