The Landscape Park Life Tour : Tur 3 Kota Dari Nanaba Records

crowd - We Are The Pigs Vol. 2

The Landscape Park Life Tour yang digawangi oleh Nanaba Records akhirnya telah selesai dengan menempatkan Yogyakarta sebagai kota terakhirnya. Tur kolektif ini dimulai sejak tanggal 5 November 2016 dan diakhiri pada tanggal 12 November 2016 dengan menempatkan dua kota setiap minggu nya. “Hal ini dikarenakan sebagian besar anggota band baik Peonies, Ikkubaru maupun Lightcraft adalah pekerja kantoran, jadi jadwal yang paling tepat adalah setiap akhir pekan” ujar Jodi.

Kota Malang menjadi pemberhentian pertama tur ini. Di kota tersebut, rombongan The Landscape Park Life Tour ini tampil di acara We Are The Pigs Vol. 2 yang diadakan di Komika Café. Acara yang mengusung tema untuk cover band band Britania Raya ini dimulai setelah Adzan Maghrib dan menampilkan tidak kurang dari tujuh band. Meskipun Malang diguyur hujan deras, namun tidak mengecilkan niat para penonton untuk datang dan bersenang-senang bersama di acara besutan Malang Sub Pop ini. Selain membawakan lagu-lagu cover, rombongan The Landscape Park Life Tour ini juga membawakan lagu-lagu mereka sendiri. Tak diduga mayoritas audience di venue juga sangat menantikan lagu-lagu dari para rombongan tur. Semakin malam, venue mulai dipenuhi oleh muda-mudi Malang. Acara ini juga menampilkan Combo dari Surabaya yang membawakan tembang- tembang Blur, Much yang merupakan jagoan dari kota Malang membawakan The Smiths dan lagu-lagu mereka. Band selanjutnya adalah Ikkubaru yang pada saat itu belum dalam formasi lengkap nya. Bassis dari Ikkubaru, Fauzi harus berkerja pada hari itu, dan posisi nya digantikan oleh Kidz dari TRL. Mereka membawakan tembang city pop andalannya dan diselingi lagu-lagu dari RIDE. Setelah itu, acara dilanjutkan oleh Lightcraft yang juga baru ditinggal bassis mereka Kiki dan posisinya digantikan oleh Harry. Mereka membawakan lagu-lagu dari Coldplay dan diselingi lagu-lagu yang diambil dari EP terbaru mereka, Another Life. Setelah itu, ada The Breakfast Club yang digawangi oleh Mucho sang penggagas acara ini yang membawakan tembang The Stone Roses dan penonton mulai semakin ramai saat Young Savages membawakan Suede. Puncak keseruan malam itu terjadi saat Peonies tampil di atas panggung. Penonton sudah melakukan koor masal dari awal Peonies tampil membawakan lagu-lagu mereka. Akhirnya, ketika mereka membawakan tembang-tembang dari The Cure, penonton langsung tumpah ruah , ber-crowd surfing dari bibir panggung hingga ke belakang. Kota Malang menjadi pembuka yang sangat manis bagi tur ini dan membuat rasa lelah 18 jam di kereta dari Jakarta menuju Malang sirna dalam seketika.

This slideshow requires JavaScript.

Selesai dari Malang, tanpa sempat istirahat rombongan tur langsung menuju Surabaya menggunakan mobil sewaan. Di Surabaya mereka tampil di acara Bojakrama Vol. 7, sebuah acara rutin yang digagas oleh Rumah Gemah Ripah. Rumah Gemah Ripah adalah sebuah kolektif yang sangat aktif menyelenggarakan acara untuk band-band Independen yang kebetulan mampir ke Surabaya, mereka juga yang memperkenalkan band-band asal Surabaya yang sangat bagus kualitasnya. Acara hari minggu tersebut dilaksanakan di rooftop bar Maumu Hotel, venue yang cukup indah, kami dapat melihat indahnya kota Surabaya saat malam tiba. Acara yang direncanakan dimulai pukul 4 ini harus mundur hingga sampai setelah Adzan Maghrib dikarenakan kendala sound system. Hal tersebut tidak membuat kami gentar, dibuka dengan penampilan dari Ikkubaru yang kali ini sudah tampil dalam formasi lengkap, setelah Fauzi menyusul ke Surabaya. Mereka harus tampil diurutan pertama karena Fauzi harus pulang malam hari nya. Setelah Ikkubaru, tampilah Lightcraft yang beranggotakan Imam, Fari, Enrico, Yovi dan additional bassis mereka Harry. Mereka tampil dengan sangat baik dan padat, menampilkan set panjang dengan lagu-lagu terbaru mereka. Setelah itu, rombongan Much dari Malang ikut memaniskan suasana di Maumu Hotel. Kemudian, acara dilanjutkan oleh Cotswolds sebagai satu satu nya perwakilan dari Surabaya. Mereka mendinginkan suasana dengan lagu-lagu bernuansa post punk, repetitif namun memabukkan. Tampil bukan dengan formasi lengkap namun kualitas mereka sama sekali tidak menurun. Pada akhirnya, Peonies menutup malam dan acara tersebut selesai dengan bahagia.

Bagian kedua tur ini dilaksanakan pada tanggal 11 November di Semarang dan 12 November di Yogyakarta. Dalam bagian kedua tur ini, Lightcraft tidak ikut berpartisipasi karena harus tampil di Indie Week Canada. Akan tetapi, drummer mereka Yovi tetap ikut dalam tur untuk menjadi drummer additional Peonies saat di Yogyakarta.

Semarang menjadi kota ketiga dalam The Landscape Park Life Tour ini. Dibantu oleh Whocares Collective yang digawangi oleh Rifki yang merupakan pentolan dari band indie rock asli Semarang yaitu Moiss. Acara yang bertajuk Whocares #9 ini dilaksanakan di Breaveat Munchies Club. Kafe ini memang sudah tutup namun pemiliknya Darto adalah orang yang sangat mendukung pergerakan musisi independen, sehingga acara tersebut berlangsung di tempatnya. Acara ini menampilkan empat band dibuka oleh Rahmanika and the Bright Side yang membawakan folk manis, kemudian dilanjutkan dengan penampilan Ikkubaru. Penampilan Iqbal, Rizki, Fauzi dan Banon membuat ruangan Breaveat penuh sesak dengan penonton yang kagum terhadap musik mereka. Selanjutnya, Rubberheat menjadi penampilan andalan dari kota Semarang untuk malam itu. Mereka menampilkan indie rock yang sangat catchy sehingga membuat penonton bergoyang menikmati lagu-lagu mereka. Acara ini ditutup oleh penampilan dari Peonies yang pada kesempatan kali ini tampil dengan formasi trio, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa penasaran penonton yang hadir. Jodi, Citta dan Cinta tetap bisa menghasilkan penampilan yang menarik dan membuat semua orang yang hadir tersenyum saat pulang. Rasa lelah belum sepenuh nya hilang, rombongan tur harus segera bergegas meninggalkan Semarang menuju Yogyakarta malam itu. Rombongan Sekutu Imajiner datang khusus ke Semarang membawa dua mobil hanya untuk menjemput kami ke Yogyakarta.

Yogyakarta adalah kota terakhir dalam rangkaian tur ini. Acara digagas oleh Sekutu majiner, sebuah kolektif muda yang mayoritas anggotanya adalah mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI). Kami sangat salut dengan kesiapan mereka untuk membuat sebuah konsep acara yang sangat baik. Lokasinya yang digunakan juga sangat unik, yaitu di lapangan Paintball, Jungle Paintball. Acara ini juga menjadi acara musik yang pertama kali dilaksanakan di sana. Kami agak pesimis dengan kondisi cuaca, karena saat itu di beberapa daerah Yogyakarta turun hujan namun semesta mendukung acara ini. Tak satu tetes pun air turun di lokasi acara tersebut.

Bertajuk Perkemahan Musim Semu Vol. 28, di venue terlihat begitu banyak tenda-tenda kecil yang dibangun sebagai hiasan juga tempat menyimpan alat-alat musik pengisi acara. Acara juga diramaikan oleh layanan baca tarot dan tattoo di dalam tenda tersebut. Pengisi acara nya sendiri ada 10 dan hampir semuanya memiliki genre yang berbeda. Dibuka oleh Pintu Rumah Biru, dilanjutkan oleh Raze, Kavaleri dan Hell Driver Club, kemudian juga diramaikan oleh penampilan dari salah satu dedengkot post rock Yogyakarta yaitu, LKTDOV dengan frontman mereka Indra Menus. Ikkubaru tampil setelah LKTDOV, dan sambutannya sangatah hangat. Bahkan penonton meminta mereka encore. Untuk mengisi encore Iqbal, dkk membawakan lagu dari Chemical Brothers. Setelah itu, penampilan dari Chika x Pistol Air yang nampaknya penampilan ini adalah salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu terlihat semua orang bergoyang ketika mereka tampil. Moiss dari Semarang kemudian tampil membawakan lagu-lagu indie rock yang padat dan berkualitas. Acara dilanjutkan oleh penampilan dari Diehoarse, yang merupakan proyek kolaborasi Seahorse dan To Die yang merupakan alias dari Indra Menus. Mereka membawakan beberapa tembang cover dan tembang original dari Seahorse dengan balutan noise yang sungguh apik. Menjelang pagi, Peonies tampil untuk menutup acara tersebut. Penonton yang masih ada di venue langsung merapatkan diri untuk bergoyang bersama di bibir panggung. Acara yang tadinya direncakan akan usai sebelum pagi pun, akhrinya selesai pukul 1 pagi, dan menyisakan kepuasan dan senyum di masing-masing penonton dan pengisi acara. Ini menjadi salah satu venue terbaik yang pernah kami sambangi.

Berakhirlah The Lansdcape Park Life Tour yang diinisiatifkan oleh Nanaba Records. Empat kota yang kami hampiri memiliki cerita seru masing-masing.